Ada 4 Tipe gaya belajar, Kamu Termasuk Yang Mana?
2019-07-16 09:38:34
<p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">Tahukah kamu, dalam hal gaya tidak hanya dalam dunia modelling saja loh, tapi juga dalam dunia belajar pun ada beragam gaya. Dan nyatanya gaya belajar setiap siswa itu berbeda-beda. Memahami gaya belajar setiap siswa adalah hal yang sangat terpenting karena dengan begitu akan bisa terlihat kecenderungan-kecenderungan paling menonjol akan potensi atau bakat yang dimilikinya, dan guru/ pengajar dapat menyesuaikan dengan gaya belajar mereka. Pada umumnya ada 4 tipe gaya belajar, coba simak ulasan berikut kira-kira kamu termasuk yang mana ?&nbsp;</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">&nbsp;</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;"><span style="box-sizing: border-box; font-weight: bolder;">Gaya Belajar Visual&nbsp;</span></p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">Dalam gaya belajar ini lebih menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Siswa atau siswi lebih banyak menyerap informasi melalui mata, adapun hal-hal yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan kemampuan belajar mereka adalah seperti membiarkan mereka duduk di bangku paling depan, tujuannya agar mereka bisa langsung melihat apa yang dituliskan atau digambarkan guru di papan tulis. Selain tulisan, bisa juga berkreasi dengan membuat bagan-bagan, diagram, flow-chart dalam menjelaskan sesuatu yang diajarkan.&nbsp;&nbsp;</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">&nbsp;</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">Dan yang tak kalah menarik juga adalah bisa juga dengan memutarkan sebuah film seperti kebanyakn mata kuliah diberagam kampus-kampus luar negeri. Lalu mintalah mereka untuk menuliskan poin-poin penting yang harus dihapalkan ataupun mengutarakan pendapat siswa akan benang merah difilm tersebut sesaat setelah film selesai diputar.&nbsp;</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">&nbsp;</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;"><span style="box-sizing: border-box; font-weight: bolder;">Gaya Belajar Auditory&nbsp;</span></p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">Adapun gaya belajar yang kedua ini adalah lebih mengandalkan pada pendengaran ( indera telinga ) siswa untuk bisa memahami dan mengingat akan topik bahasan pelajaran yang diputar. Siswa lebih banyak menyerap informasi melalui pendengaran, hal-hal yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan kemampuan belajar mereka pada gaya belajar ini adalah bisa dengan menggunakan audio dalam pembelajaran (musik, radio, podcast, rekaman dari beberapa nara sumber, dll). Saat belajar, biarkan mereka membaca dengan nyaring dan suara keras. Guna merangsang stimulus otak siswa, sering-seringlah memberi pertanyaan kepada mereka.&nbsp;</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">&nbsp;</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;"><span style="box-sizing: border-box; font-weight: bolder;">Gaya Belajar Kinestetic</span></p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">Yang ketiga adalah gaya belajar Kinestetic. Gaya belajar ini mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh atau memegang sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Salah satu tujuannya adalah agar siswa lebih banyak menyerap informasi melalui gerakan fisik yang ia lakukan. Adapun yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan kemampuan belajar seperti ini dengan perbanyak praktek lapangan (field trip, study-tour, outbound dengan tujuan edukasi). Bisa juga dengan mengadaakan&nbsp; demonstrasi atau pertunjukan langsung terhadap proses terjadinya sesuatu.&nbsp;&nbsp;</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">&nbsp;</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;"><span style="box-sizing: border-box; font-weight: bolder;">Gaya Belajar Verbal atau Lingustik&nbsp;</span></p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">Dan yang terakhir ini memiliki kelebihan dalam soal berbahasa. Mereka biasanya suka membaca, pandai bicara, berargumentasi, berdebat dan menulis. Kita bisa melihat dan memperhatikan dari cara bertuturnya yang runut dan tulisan yang sistematis. Mereka mudah menyerap informasi dalam bentuk teks, ataupun bacaan. Cara belajar yang tepat dan efektif untuk tipe ini adalah membaca dan berdiskusi, terlebih dengan cara diskusi kelompok karena akan banyak lawan bicara.&nbsp;</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">&nbsp;</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">Yang perlu di ingat adalah bahwa belajar tidak harus duduk secara formal lohh, namun juga bisa dilakukan dengan duduk dalam posisi yang nyaman, walaupun bagi sebagian teman-teman ada yang belum terbiasa dilakukan. Jika memungkinkan disekolah sesekali dilakukan praktek di laboratorium, ataupun simulasi dan role playing antar sesama siswa.&nbsp;</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">Nahh, dengan mengenal empat gaya belajar tersebut diatas tidak ada lagi kata belajar itu sesuatu hal yang membosankan, kan?!. Karena beragam metode pembelajaran sangat layak untuk dicoba.&nbsp; &nbsp;</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">Sudah selayaknyalah gaya belajar kamu mesti berubah kearah yang lebih menyenangkan ( fun learning ).&nbsp;</p>