Apa Sih Teks Eksplanasi Itu ? Berikut Ulasannya
2019-07-23 10:53:45
<p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">Apakah kamu pernah membaca sebuah tajuk berita atau artikel yang menjelaskan penyebab longsor dan banjir di suatu desa?&nbsp;Atau mungkin membaca bagaimana aksi cyber-bullying kerap kali terjadi?&nbsp;Jika pernah, maka kamu sudah tidak asing lagi dengan bentuk-bentuk teks eksplanasi.&nbsp;Umumnya, Bahasa Indonesia memiliki beberapa jenis teks, antara lain; teks narasi, teks eksposisi, teks deskripsi, teks prosedur, dan lain sebagainya.&nbsp;Kali ini kita akan membahas seputar informasi yang berkaitan dengan salah satu teks dalam bahasa Indonesia, yaitu teks eksplanasi.</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">&nbsp;</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">Secara sederhana, teks eksplanasi dapat diartikan sebagai teks yang memuat cara kerja atau proses dari berbagai peristiwa/fenomena/kejadian tertentu. Teks eksplanasi menjawab pertanyaan &ldquo;mengapa&rdquo; dan &ldquo;bagaimana&rdquo; dalam kejadian-kejadian alam, lingkungan sosial, budaya, ilmu pengetahuan, dan lain-lain. Teks eksplanasi dibuat untuk memberikan lebih banyak informasi faktual dari satu peristiwa. Hal ini kemudian memungkinkan kita sebagai manusia untuk belajar dari berbagai kondisi yang ada di sekitar kita. Secara alami, manusia merupakan makhluk yang cerdas dan memiliki keingintahuan yang kuat ( rasa keingintahuannya tinggi dan penasaran ). Oleh karena itu, teks eksplanasi dibuat dan diperlukan untuk memudahkan penyebaran informasi tersebut.</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">Lalu bagaimana cara menemukan ciri-cirinya?. Sangat mudah karena teks eksplanasi cenderung mudah untuk identifikasi karena ciri-cirinya yang cukup berbeda dengan bentuk-bentuk teks lainnya</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">&nbsp;</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">Teks eksplanasi cenderung menjelaskan secara lugas penyebab dan akibat dari suatu perisitiwa yang bersifat kausal. Selain itu, teks eksplanasi juga dibuat sebagai teks yang cenderung faktual dan ilmiah. Teks eksplanasi dibentuk untuk bersifat informatif dan netral, ini berarti teks eksplanasi tidak disarankan bermuatan opini dan tidak mengarahkan pembaca pada satu pandangan saja melainkan dari beragam sisi pandangan atau pendapat. Dari segi tata bahasa, teks eksplanasi juga biasanya lebih banyak menggunakan istilah-istilah ilmiah, menggunakan verba material dan verba relasional (kata kerja aktif). Teks eksplanasi ini juga umumnya menggunakan diksi &ldquo;pertama&rdquo;, &ldquo;kedua&rdquo;, &ldquo;ketiga&rdquo;, &ldquo;sehingga&rdquo;, &ldquo;jika&rdquo;, &ldquo;bila&rdquo;, &ldquo;maka&rdquo;, &ldquo;kemudian&rdquo; dan kata-kata dengan konjungsi waktu dan kausal lainnya.</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">&nbsp;</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">Dalam hal struktur, teks eksplanasi terdiri dari tiga bagian utama.</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">1. Pertama, bagian pembuka. Pada bagian ini, sang penulis naskah biasanya akan memberikan pejelasan secara umum tentang suatu topik. Pernyataan ini menjelaskan secara umum mengenai topik yang akan dijelaskan. Bagian pembuka dari teks eksplanasi sebaiknya berupa fakta, yang berarti diperlukan data akurat dan penelitian ilmiah yang mendasari sang penulis.</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">2. Bagian kedua merupakan bagian isi. Pada bagian ini, penulis biasanya mulai menjelaskan urutan sebab dan akibat dari peristiwa yang sedang dibahas. Sebagai contoh, penulis yang membahas cyber-bullying akan menjelaskan mengapa cyber-bullying dapat terjadi, seperti apa bentuk-bentuk bullying yang terjadi, dan apa akibat yang muncul dari peristiwa tersebut. Ingatlah, pada bagian ini, penulis harus dapat menjelaskan fenomena yang terjadi dengan cara yang runtun agar mudah dimengerti oleh pembaca.</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">3. Bagian ketiga atau yang terakhir adalah bagian penutup atau sering disebut dengan bagian interpretasi. Pada tahap ini, penulis akan mengambil kesimpulan dari fenomena yang dibahas. Struktur dalam bagian ini sebaiknya berupa rangkuman dari data-data yang sudah dipaparkan di bagian pertama dan bagian kedua. Tak hanya itu, bagian interpretasi juga dapat berisi solusi yang mungkin dapat diaplikasikan pada permasalahan yang ada. Sebagai contoh, sebuah teks eksplanasi yang membahas masalah rendahnya tingkat pendidikan masyarakat miskin mungkin akan memberikan solusi untuk meningkatkan minat belajar pada anak-anak. Ketiga bagian ini merupakan hal yang wajib ada ketika kita membuat teks eksplanasi.</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">Bagimana? cukup mudah difahami kan teks eksplanasi itu?. Mulai sekarang kamu bisa berkreasi membuat berita ataupun artikel dengan narasi-narasi yang mampu menyuguhkan suatu alur berita yang runut dan sesuai dengan kaidah bahas ataupun ejaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">Akhir kata, selamat mencoba !</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">&nbsp;</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">&nbsp;</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">Sumber : berbagai sumber</p> <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; line-height: 1.3; color: #212529; font-family: Poppins, sans-serif; text-align: justify; background-color: #f3f3f3;">Gambar : pexel.com</p>