Dampak Positif dan Negatif Ketimpangan Sosial
2020-07-07 14:16:40
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Kalau Generasi Prestasi sudah membaca artikel tentang ketimpangan sosial, berikut ini dampak positif dan negatif dari ketimpangan sosial.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Dampak positif</span></strong></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">a. Mendorong wilayah lain yang kurang maju untuk dapat bersaing.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">b. Meningkatkan pertumbuhan untuk kesejahteraan masyarakat.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><strong><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Dampak negatif</span></strong></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Ketimpangan sosial menimbulkan enam dampak negatif di masyarakat, yaitu sebagai berikut.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">a. Melemahnya Jiwa Wirausaha</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Melemahnya jiwa wirausaha <em>(entrepreneurship)</em> dapat mengganggu perkembangan perekonomian bangsa, sebab pengembangannya membutuhkan kemampuan dana, tenaga, manajemen, dan peluang berusaha termasuk pasar. Dalam hal ini, <em>entrepreneurship </em>membutuhkan sikap mental yang ulet, cerdas, jujur, kreatif, serta pandai mencari dan memanfaatkan peluang. Jadi, jika ketimpangan sosial dapat melemahkan jiwa kewirausahaan maka pembangunan di suatu negara akan terganggu. </span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Contohnya, masyarakat yang takut berwirausaha biasanya melakukan jalan pintas dengan cara mengikuti undian berhadiah dan investasi yang illegal.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">b. Kemiskinan</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Kemiskinan adalah keadaan seseorang yang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan tidak mampu memanfaatkan tenaga, baik mental maupun &shy; siknya dalam kelompoknya. </span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Contoh, adanya masyarakat yang buta huruf dan balita yang mengalami gizi buruk.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Secara umum, kemiskinan dibedakan atas dua bentuk, sebagai berikut.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">1.) Kemiskinan yang bersifat alamiah (kultural), yaitu kemiskinan yang disebabkan oleh individu itu sendiri. Contoh: sifat malas serta kurangnya kemampuan intelektual dan keterampilan.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">2.) Kemiskinan yang bersifat struktural, yaitu akibat sistem dan struktur yang ada. </span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Contoh: pajak yang tinggi dan biaya pendidikan yang mahal disebabkan oleh kebijakan pemerintah. </span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">c. Kemerosotan Moral</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Kemerosotan moral muncul sebagai akibat dari ketimpangan sosial yang tidak hanya dilakukan oleh kelompok masyarakat yang kurang mampu, tetapi juga kelompok masyarakat yang mampu yang dipicu oleh berkembangnya sikap individualistis dan materialistis. Kemerosotan moral yang terjadi dalam kelompok masyarakat yang mampu, yaitu sikap kurang peduli terhadap sesama dan menganggap masyarakat marginal sebagai alat untuk memuaskan keinginannya. Hal itu karena mereka menganggap uang dan kekuasaan adalah segala-galanya yang bisa membeli segala yang diinginkan.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Adapun kemerosotan moral yang terjadi dalam kelompok masyarakat yang kurang mampu dipicu oleh ketidakmampuannya dalam memenuhi kebutuhan primer dan sekundernya. Akibatnya, mereka terpaksa menjalankan hidup dengan segala cara demi untuk kelangsungan hidup, meskipun terkadang harus melanggar norma yang berlaku, seperti pencurian, penipuan, dan perampokan.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">d. Kriminalitas</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Kriminalitas atau kejahatan dalam sosiologi, di antaranya sebagai berikut.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">1.) Kejahatan kerah biru (blue collar crime), yaitu kejahatan yang dilakukan oleh masyarakat kelas sosial bawah. Contohnya, mencopet di dalam kereta commuterline ketika sedang padat penumpang.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">2.) Kejahatan kerah putih (white collar crime), yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang yang terpandang atau berstatus sosial tinggi dalam pekerjaannya. </span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Contoh, oknum pejabat yang korupsi dan menggelapkan pajak.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">e. Monopoli</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Monopoli adalah suatu penguasaan pasar yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan untuk menguasai penjualan produk barang dan jasa di pasar yang ditujukan kepada para pelanggannya. Ciri-ciri monopoli adalah sebagai berikut.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">1.) Penguasaan pasar oleh sebagian pihak saja.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">2.) Produk yang ditawarkan oleh produsen tidak memiliki saingan.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">f. Pencemaran Lingkungan Alam</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Pencemaran lingkungan alamadalah rusaknya tata lingkungan yang disebabkan oleh manusia. Pencemaran lingkungan karena manusia sangatlah sulit diperbaiki bila manusia tidak cepat sadar untuk menghentikannya. Contohnya, kebakaran hutan yang dilakukan oleh manusia dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem maupun kematian flora dan fauna. Hal itu berbeda jika lingkungan rusak karena faktor alam maka secara alamiah alam akan memperbaikinya kembali. Contohnya, abu dari gunung yang meletus dapat menyuburkan tanah di sekitar wilayah gunung.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Itulah dampak positif dan negatif ketimpangan sosial. Positif ataupun negatifnya, semoga kita nantinya bisa berkontribusi dengan baik di masyarakat yaaa. Makanya, belajar dan berlatih soal di IndiHome Study terus yaa.</span></p>