Memaknai Peringatan Hari Anak Nasional 2019
2019-07-23 15:57:18
<p style="text-align: justify;">Hari ini adalah hari Selasa, 23 Juli 2019. Bertepatan pula dengan Peringatan Hari Anak Nasional 2019. Pada hakikatnya, anak merupakan potensi dan penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang memerlukan perlindungan dalam rangka menjamin pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan sosial secara utuh. Masa depan bangsa berada di tangan anak saat ini. Semakin baik kualitas anak saat ini maka semakin baik pula kehidupan masa depan bangsa. Namun sebaliknya, apabila kualitas anak tersebut buruk maka akan buruk pula masa depan bangsa nantinya.&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">Dan Indonesia sebagai bagian dari anggota PBB telah berkomitmen di tingkat internasional yang ditandai dengan diratifikasinya Konvensi Hak Anak (KHA) melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990. Hal ini berarti Indonesia telah berkomitmen di level Internasional untuk mendukung gerakan dunia untuk menciptakan World Fit for Children (Dunia Yang Layak Bagi Anak), yang kemudian dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui pengembangan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), dengan tujuan akhir Indonesia Layak Anak (IDOLA). Prinsip yang digunakan dalam pembangunan Anak Indonesia, mengacu pada KHA yaitu: Non Diskriminasi; Kepentingan Terbaik bagi Anak; Hak Hidup, Kelangsungan Hidup, dan Perkembangan; dan Menghargai Pandangan Anak.</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">Dengan adanya kebijakan KLA tersebut diatas maka diharapkan setiap wilayah kabupaten/kota hingga ke tingkat kecamatan dan desa/kelurahan dapat mengembangkan sistem pembangunan yang berbasis hak anak sebagai implementasi dari KHA di era otonomi daerah. Pelaksanaan kebijakan KLA dijabarkan ke dalam 5 (lima) klaster yaitu:</p> <p style="text-align: justify;">a. Hak Sipil dan Kebebasan;</p> <p style="text-align: justify;">b. Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif;</p> <p style="text-align: justify;">c. Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan;</p> <p style="text-align: justify;">d. Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegitan Budaya;</p> <p style="text-align: justify;">e. Perlindungan Khusus.</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">Beberapa tantangan yang ada dalam konteks tumbuh-kembang anak adalah adanya situasi yang tidak dapat dipungkiri bahwa meskipun berbagai kebijakan, program dan kegiatan sudah dilaksanakan dengan berbasis hak anak di seluruh tingkatan wilayah, namun pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak masih belum sepenuhnya dapat dilakukan secara optimal. Seperti, masih banyak anak yang belum memiliki akta kelahiran, masih terbatasnya wadah partisipasi anak dan suara anak yang belum mewarnai proses pembangunan; masih ada bahkan banyak anak yang belum mendapatkan pendidikan; maraknya kekerasan kepada anak baik yang dilakukan oleh orang terdekat maupun orang dewasa lainnya bahkan oleh sesama anak itu sendiri; masih ada anak yang mendapat kekerasan di rumah ( entah karena perlakuan orang tua maupun orang terdekat dirumah ), di jalan, di sekolah dan tempat-tempat umum lainnya.&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">Untuk mengatasi hal tersebut maka sangat diperlukan upaya perlindungan yang dapat menjamin sekaligus menjadi pegangan hidup anak agar mereka dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Perlindungan tersebut di atas dapat diperoleh dari lingkungan dalam keluarga. Peringatan HAN ( Hari Anak Nasional ) dimaknai sebagai kepedulian seluruh komponen bangsa Indonesia terhadap perlindungan anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal, dengan mendorong keluarga Indonesia menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak, sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia dan cinta tanah air.&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">Yuk kita sama-sama menjaga dan melindungi hak anak-anak Indonesia. Menjaga hak satu anak berarti melindungi masa depan bangsa Indonesia. Yuk kita sama-sama menjaga dan melindungi hak anak-anak Indonesia. Menjaga hak satu anak berarti melindungi masa depan bangsa Indonesia.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>sumber : kemenpppa.go.id</p> <p>gambar : pixabay.com&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p>