Perjanjian Indonesia-Belanda Pasca Kemerdekaan
2020-04-03 16:39:49
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Generasi Prestasi, bagi yang sudah belajar sejarah Indonesia, tentu tahu perjalanan Indonesia mencapai kemerdekaan itu tidak mudah, lantaran masih ada perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan.</span></p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Usaha diplomasi melalui perundingan dan perjanjian pun ditempuh meski tak semuanya berhasil. Berikut ini beberapa perundingan dan perjanjian yang dilakukan oleh Indonesia dan Belanda pasca kemerdekaan:</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -.25in; line-height: 150%; mso-list: l0 level1 lfo1;"><!-- [if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"><span style="mso-list: Ignore;">1.<span style="font: 7.0pt 'Times New Roman';">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Perjanjian Philip Christison</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Perjanjian ini digagas oleh Philip Christison selaku panglima perang Allied Forces Netherlands East Indies (ANFEI) dan membahas tentang usulan bentuk negara dan usulan daftar wilayah yang dapat dimasukkan ke dalam negara Indonesia.</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Pihak Indonesia diwakili oleh Sutan Sjahrir dan rekan, sementara pihak Belanda diwakili oleh Hubertus Julius Van Mook.</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Tidak ada hasil konkrit yang tercapai. Selain tidak ada kesepakatan mengenai titik tengah dari usulan yang diberikan, pertemuan ini tidak memiliki persiapan dan mekanisme hukum yang bersifat mengikat.</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">&nbsp;</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -.25in; line-height: 150%; mso-list: l0 level1 lfo1;"><!-- [if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"><span style="mso-list: Ignore;">2.<span style="font: 7.0pt 'Times New Roman';">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Perjanjian Linggarjati</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Perjanjian Linggarjati adalah hasil perundingan yang disepakati oleh Indonesia dan Belanda di Desa Linggarjati, Jawa Barat. Isi perjanjian Linggarjati adalah sebagai berikut:</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Belanda Mengakui negara Republik Indonesia secara <em>de facto</em> atas daerah Sumatera, Jawa, dan Madura.</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Indonesia akan bekerja sama dengan Belanda untuk membentuk Negara Indonesia Serikat.</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Akan dibentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Yuliana sebagai kepala Uni.</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Meskipun begitu, Belanda melanggar Perjanjian Linggarjati dengan melakukan agresi militer beberapa bulan setelahnya hingga adanya pertemuan kembali dalam Perjanjian Renville.</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -.25in; line-height: 150%; mso-list: l0 level1 lfo1;"><!-- [if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"><span style="mso-list: Ignore;">3.<span style="font: 7.0pt 'Times New Roman';">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Perjanjian Renville</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Penandatanganan Perjanjian Renville pada tanggal 17 Januari 1948 di atas kapal perang Amerika bernama USS. Renville pun belum membuat kedua negara membaik. Berikut isi persetujuan utama perjanjian Renville:</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Republik Indonesia harus mengakui daerah-daerah yang diduduki Belanda sejak agresi pertama menjadi kekuasaan Belanda.</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Semua pasukan Indonesia ditarik dari wilayah yang diduduki Belanda dan kembali ke wilayah Indonesia.</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Meskipun demikian, banyak wilayah Indonesia yang belum diduduki oleh Belanda tetapi telah diakui sebagai kekuasaannya. Ditambah, Belanda kembali melakukan agresi militer yang kedua.</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Kali ini Belanda dikecam oleh dunia internasional sehingga mau tidak mau kembali mengadakan perjanjian.</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -.25in; line-height: 150%; mso-list: l0 level1 lfo1;"><!-- [if !supportLists]--><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"><span style="mso-list: Ignore;">4.<span style="font: 7.0pt 'Times New Roman';">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Perjanjian Roem Royen</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Perjanjian ini tercipta pasca agresi militer Belanda yang kedua. Nama Roem Royen tercipta dari kedua nama ketua delegasi Indonesia dan Belanda, yaitu Mohammad Roem dan Jan Herman van Royen.</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Berdasarkan hasil perjanjian Roem Royen, Belanda setuju untuk menarik pasukannya dari wilayah Republik Indonesia, mengembalikan Yogyakarta, membebaskan tahanan perang yang ditawan sejak agresi militer pertama, serta berhenti membentuk negara boneka di wilayah Indonesia.</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Sebagai gantinya, Indonesia menghentikan segala aktivitas gerilya dan bersedia mengikuti Konferensi Meja Bundar bersama-sama dengan Belanda dan Bijenkoomst voor Federal Overleg (BFO).</span></p> <p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; line-height: 150%;">&nbsp;</p> <p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman',serif;">Nah, kisah mengenai Konferensi Meja Bundar bisa disimak di artikel lainnya ya Generasi Prestasi!</span></p>